Berbagai Cara Menghitung Kehamilan yang Dapat Dipilih

Im a Blogger – Kehamilan sangat diharapkan bagi kebanyakan pasangan yang sudah menikah. Untuk melengkapi kebahagiaan di istana kecil. Agar ada sesosok si mungil yang menambah keceriaan dalam rumah tangga. Memandang kelincahannya jika ia sudah terlahir di dunia. Memberikan kasih sayang padanya. Karena pentingnya si kecil dalam menjalin asmara. Maka, menjalankan berbagai persiapan selama kehamilan sangatlah diperlukan. Agar saat lahir nanti semua telah terencana dengan baik. So ending, berjalan dengan sesuai harapan. Oleh karena itu, perlu melakukan check-up ke Dokter agar dapat memperkirakan kehamilan Anda, mengenai cara menghitung kehamilan Anda, dan berapa bulan kehamilan akan berlangsung. Hingga melakukan perkiraan terhadap jatuh tempo kelahiran sang buah hati. Hal ini penting, berfungsi untuk melakukan persiapan matang pra kelahiran.

cara menghitung kehamilan

Jika sudah memiliki perkiraan tentang waktu lahirnya, maka membuat persiapan lebih terarah. So, ada beberapa hal cara melakukan penghitungan kehamilan yakni sebagai berikut:

1.Menghitung Periode Haid Terakhir

Bagi Anda yang memiliki siklus haid akhir, dapat menghitung usia kehamilan dengan tanggal periodenya. Melalui cara perhitungan hari pertama pada menstruasi yang terakhir. Perkiraan kelahiran lahir sang bayi sekitar 40 minggu setelah hari yang pertama pada haid terakhir. Namun, bisa maju atau mundur sedikit dari prediksinya. Memiliki beberapa kelebihan dan kekurangannya yakni:
a.Kelebihan: Metode ini mudah digunakan sendiri tanpa bantuan para ahli.
b.Kekurangan: Metode ini tidak dapat digunakan bagi wanita siklus periode menstruasinya tidak teratur dan tidak ingat terakhir menstruasi. Selain itu, cara ini dalam penargetan tidak tepat pada perkiraan, bisa sedikit mundur atau maju.

2.Pemeriksaan USG

Metode kedua yang dapat Anda pertimbangkan sebagai pilihan perhitungan kehamilan adalah dengan melakukan periksa USG. Anda dapat periksa kepada Dokter kandungan, dilakukan saat janin berusia 8 hingga 18 minggu. Terdapat beberapa kelebihan dan kelemahanya sebagai berikut:
a.Kelebihan: Cara ini akurat bagi Ibu yang siklus menstruasinya tidak teratur, tetapi mengingat menstruasi terakhirnya.
b.Kekurangan: Metode ini tidak efektif bila digunakan saat pertengahan kehamilan.

3.Tes HCG

Tes HCG atau dikenal dengan kepanjangannya Human Chorionic Gonadotropin, dilakukan dengan pengambilan sampel darah atau urin sang Ibu. Jika dalam melakukan tes ditemukan HCG pada urin atau sampel darah maka usia kehamilan memasuki 3 hingga 4 minggu. Tes HCG hanya dapat dilakukan pada klinik yang mempunyai laboraturium yang memadai, sangat disarankan untuk ke rumah sakit ibu dan anak untuk menggunakan fasilitas ini.

4.Periksa Tinggi Kepuncakan Rahim

Pemeriksaan ini dapat memberitahu usia kehamilan dengan dilakukan seorang Dokter. Bermanfaat mengetahui pertumbuhan janin normal atau tidak, capaian kehamilan, dan memperkirakan waktu kelahiran. Pemeriksaan terdapat dua metode yakni mengukur dengan jari atau dengan pita meter. So, usia kehamilan ditentukan melalui tinggi puncak rahim pada tulang kemaluan. Pasalnya, terdapat kenaikan puncak rahim setinggi 4 cm per bulannya. Ketinggiannya dapat melihat perkembangan janin mulai tahap awal hingga akhir. Pemeriksaan ini perlu palpasi abdomen pada kehamilan.

5.Menggunakan Kalkulator Kehamilan

Kalkulator bukan hanya dirancang untuk menghitung uang atau matematika. Namun, ini khusus dirancang sebagai kalkulator kehamilan. Bahkan kini sudah terdapat jenis kalkulator kehamilan secara online di internet. Anda bisa menggunakan secara gratis.

Demikianlah pembahasan mengenai berbagai cara menghitung kehamilan yang dapat diterapkan untuk Ibu hamil. Silahkan Anda memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan Anda. Terpenting, dapat menentukan metode yang sesuai dengan diri Anda. So, akan dapat memberikan hasil data yang akurat. Sekian artikel ini, semoga bermanfaat.

Tahap Perkembangan Bayi Sesuai Pandangan Psikologi

Im a Blogger - Tahap perkembangan bayi menjadi momen penting. Tahapan ini menentukan bagaimana ia tumbuh. Berkembang secara normal atau memiliki kelainan. Tergantung pada berjalan baik atau tidak tahap perkembangannya. Maka, berikan perhatian terbaik pada proses perkembangan si mungil. Sudahkah sesuai tahapan ataukah sebaliknya. So, bagaimana urutan dari proses perkembangan bayi?
Tahap Perkembangan Bayi

1.Perkembangan Motorik

Perkembangan motorik bayi berhubungan dengan usianya. Nah, terdapat beberapa urutannya sebagai berikut:
  • 6 Minggu: Bayi dapat tegak mengangkat dagu dan kepala t lurus secara stabil.
  • 2 Bulan: Kemampuan condong, mengangkat dada, menopang tubuh dengan ke dua lengan. Dia pun bias tengkurap dan berguling.
  • 3 Bulan: Mampu memainkan kotak dan memakan yang padat.
  • 4-5: Mampu berguling dan duduk.
  • 6-7 Bulan: Mampu duduk dan merangkak tanpa dibantu.
  • 8 Bulan: Berusaha berdiri dengan bantuan.
  • 9 Bulan: Berusaha berdiri dengan tangannya.
  • 11 Bulan: Berdiri sendiri tanpa bantuan.
  • 13 Bulan: Merangkak hingga melangkah naik tangga.
  • 14 Bulan: Minat belajar menulis.
  • 16 Bulan: Belajar berjalan.
  • 18 Bulan: Mampu naik turun tangga tanpa bantuan.
  • 13 Bulan: Mampu meloncat.
  • 14-25 Bulan: Mulai bias berlari, berjalan mundur, jalan menjijit, dan berucap 50 hingga 200 kata.

2.Perkembangan Kognitif

Perspektif Piaget, bayi terlahir memiliki refleks bawaan dan terdorong melalukan eksplorasi aktifitasnya. Tahapan ini bayi memiliki perkembangan kemampuan dengan enam sub, diantaranya:
  • a.Rafleks Sederhana, Usia Lahir Hingga 1 Bulan: Terjadinya sensasi yang berkoordinasi dan tindakan dengan perilaku spontan/refleks.
  • b.Reaksi Sirkular Primer dan Reflek Awal, Usia 1 Hingga 4 Bulan: Suatu peristiwa yang berawal secara spontan, terfokus pada tubuh bayi.
  • c.Reaksi Sirkular Sekunder, Usia 4 Hingga 8 Bulan: Bayi berorientasi pada objek seperti sibuk dengan mainannya dan mengulangi tindakan dengan hasil menarik.
  • d.Koordinasi Dengan Reaksi Secular Sekunder, Usia 8 Sampai 12 Bulan: Terjadinya koordinasi atara indera melihat dengan sentuhan tangan yang terjadi dengan intensif.
  • e.Reaksi Sirkular Tersier, Usia 12 Sampai 18 Bulan: Bayi cenderung memiliki rasa ingin tahu. Tertarik pada berbagai sifat objek dan cara untuk berinteraksi dengan bermacam objek tersebut. Hingga mengarah pada eksperimen perilaku baru.
  • f.Internalisasi Skema, Usia 18 Sampai 24 Bulan: Dia mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan berbagai simbol primitif dan sebagai bentuk gambaran mental yang bertahan lama.

3.Perkembangan Bahasa

Menurut Santrock, perkembangan bahasa pada bayi terdapat sebagai berikut:
Lahir: Bayi mengangis
  • 2 hingga 4 Bulan: Bayi mendengung.
  • 5 Bulan: Mulai mampu memahami beberapa kata pertama.
  • 6 Bulan: Mulai suka mengoceh.
  • 7 Hingga 11 Bulan: Terjadi perubahan dari linguistik universal ke pendengar bahasa spesifik.
  • 8 Hingga 12 Bulan: Bayi mulai menggunakan berbagai simbol dalam berkomunikasi. Menunjukkan suatu yang menimbulkan pemahaman bahasa.
  • 13 Bulan: Mulai mengungkapkan beberapa kata pertama.
  • 18ulan: Mulai beraneka ragam kosa kata yang dimiliki.
  • 18 Hingga 24 Bulan: Terjadinya peningkatan pemahaman bahasa yang spesifik.

4.Perkembangan Moral

Bayi memiliki kemampuan moral yang belum berkembang maksimal. Moral akan berlahan-lahan tumbuh dengan adanya pendidikan dan pola asuh yang diberikan.
Pasalnya, bayi belum memiliki kecerdasan secara lebih. Sehingga tidak menilai atas baik buruk. Namun, atas dasar menyenangkan ataukah tidak.

5.Fase Kelekatan

Benurut konsep Bowlby dalam bukunya Schaffer di tahun 1996, terdapat beberapa tahapan dari fase ini yakni:
  • Lahir Hingga 2 Bulan: Bayi memiliki insting kelekatan pada manusia.
  • 2 Hingga 7 Bulan: Memusatkan kelekatan pada satu karakter yakni pengasuh pertama.
  • 7 Sampai 24 Bulan: Terjadinya perkembangan pada kelekatan khusus. Mencoba mencari hubungan komunikasi dengan orang yang mengasuhnya.
  • 24 Bulan Hingga Seterusnya: Memiliki kemampuan menyadari perasaan, tujuan, dan rencana orang lain dan mempertimbangkan dengan tindakan si kecil.

6.Perkembangan Kepribadian

Kepribadian dapat dibentuk dari kebiasaan atau lingkungan sekitar, hingga pola asuh yang diberikan. Bayi, masa sangat urgen dan penentu. Kurangnya kasih sayang maupun perhatian dapat mengakibatkan perubahan kepribadian mengarah pada psikologis yang kurang baik.

Demikianlah artikel tentang tahap perkembangan bayi. Memperhatikan perkembangannya sangatlah penting. Jika terjadi sesuatu yang tidak selaras dengan tahapan, ini berarti mengalami gangguan. Sehingga dapat dikatakan memiliki perkembangan yang kurang normal. Maka, segeralah berkonsultasi dengan ahli psikologi dan medis.